Home Kisah Aku Meminjamkan Uang 130 Juta, Tapi Ia Malah Mengembalikan 500 Juta! Waktu...

Aku Meminjamkan Uang 130 Juta, Tapi Ia Malah Mengembalikan 500 Juta! Waktu Tahu “Alasan Dibaliknya”, Hatiku Menangis!

SHARE
Loading...

Namaku Riki, aku dibesarkan dari keluarga sederhana yang hidup di desa. Meskipun kami hidup serba berkekurangan tapi orangtuaku selalu mencintaiku dengan sepenuh hati, mempedulikanku, bahkan mempunyai harapan tinggi agar bisa menyekolahkan aku setinggi mungkin.

Di desaku hubungan antar tetangga pun terjalin sangat erat. Ayah selalu menganggap semua tetangganya adalah saudaranya sendiri. Tak heran jika ayah makan, ia selalu menyisihkan makanan buat tetangga atau petani yang berkekurangan. Ayah selalu mengatakan bahwa saat kita membantu orang lain, sebenarnya kita sedang membantu diri sendiri.

Bagi orangtuaku pendidikan sangatlah penting, aku dituntut rajin belajar sejak kecil, makanya aku selalu masuk peringkat 3 besar setiap semesternya.

Waktu berjalan sangat cepat, akhirnya aku lulus kuliah dan mendapatkan pekerjaan baik di kota besar. Aku juga berhasil menikahi seorang istri yang cantik dan baik hati.

Satu tahun kemudian, istriku melahirkan seorang anak untukku. Bayiku kunamakan Afner, ia tampan, lucu, dan wajahnya sangat mirip denganku.

Kelahiran Afner membawa kebahagiaan buat kami. Dan bersyukurnya lagi, gaji yang kuterima dari perusahaan cukup untuk memenuhi kebutuhan sekeluarga bahkan masih bisa memberi uang bulanan pada orangtuaku.

Suatu hari kerabat baik saya di kantor datang padaku untuk meminjam uang padaku. Dia berkata ingin meminjam uang 130 juta untuk biaya pengobatan istrinya. Karena dari kecil ayahku selalu mengajarkan untuk membantu sesama, akhirnya saya meminjamkan uang 130 juta dan temanku bisa membalikannya dengan cara mencicil selama 3 tahun.

Namun setelah saya meminjamkan uang, ia menghilang begitu saja. Saya merasa kena tipu dan istri saya malah tambah membenci dirku.

“Suami bodoh! Uang 130 juta itu tidaklah kecil! Kamu asal pinjamkan saja tanpa rundingan dulu denganku!”.

Karena marah, istriku membawa anakku pergi ke luar rumah. Tanpa disangka ia malah terserempet mobil! Istriku hanya mendapat luka ringans aja, tetapi ankku mengalami patah tulang di kakinya.

Uangku pun sudah habis karena dipakai untuk membantu kerabat kantorku. Aku pinjam kepada orang-orang pun, namun mereka tidak bersedia membantuku. Aku frustasi, sedih, dan tidak tahu harus bagaimana lagi.

Saat aku sedang menangis di pinggir ranjang anakku, tiba-tiba ada bunyi SMS masuk.

“Riki! Terimakasih atas bantuanmu kepadaku. Ini ada uang 500 juta, pakailah untuk biaya berobat anakmu!”.

Membaca SMS itu aku tambah menangis sejadi-jadinya. Aku tahu bahwa Tuhan tidak pernah tidur dan Dia akan selalu menolongku tepat pada waktunya. Kerabatku juga minta maaf bahwa selama ini dia susah dihubungi, karena ponselnya dicopet dan ia kehilangan semua nomor telepon.

Kini dengan uang berkali-kali lipat yang aku dapatkan, bisa dipakai untuk mengobati kaki anakku. Istriku pun sadar bahwa tidak ada yang sia-sia ketika kita membantu sesama.

Sejak saat itu hidup kami diubahkan, kami menjadi keluarga yang sangat mempedulikan orang miskin dan anak yatim piatu. Karena aku percaya, saat kita memberi pada sesama, kita akan diberi secara berkali-kali lipat!

Sumber : clickshare.info

Loading...